Malang, http://gajayanatvnews.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) bersama Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI meninjau pelaksanaan program penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Puskesmas Cisadea, Kota Malang, Kamis (30/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penguatan upaya pencegahan TBC yang menjadi salah satu program prioritas nasional Presiden.
Pemerintah terus mendorong percepatan penanganan TBC mengingat Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus tuberkulosis tertinggi kedua di dunia.
Di Kota Malang, pemantauan kasus TBC telah memanfaatkan dashboard digital yang mampu memetakan persebaran kasus hingga tingkat kelurahan. Berdasarkan data di Kelurahan Purwantoro, terdapat sekitar 302 warga berstatus terduga TBC, dengan 26 orang telah terkonfirmasi positif. Meski demikian, hasil pemetaan menunjukkan tingkat penularan di wilayah tersebut masih tergolong rendah sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih terarah.

Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, mengatakan pemerintah kini tidak hanya berfokus pada pengobatan pasien, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan melalui pemeriksaan dan terapi bagi anggota keluarga yang memiliki kontak erat dengan penderita.
“Pemerintah tidak lagi hanya berfokus pada pengobatan pasien TBC, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan melalui pemeriksaan serta pemberian terapi kepada anggota keluarga yang melakukan kontak erat dengan penderita,” ujar Benjamin Paulus Octavianus.
Untuk mendukung percepatan skrining, Kementerian Kesehatan juga menambah satu unit portable X-ray bagi Kota Malang. Fasilitas tersebut diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan program skrining TBC di 153 titik yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus hingga Oktober 2026.
Pemerintah berharap penguatan deteksi dini, pemanfaatan teknologi pemantauan, serta perluasan akses skrining dapat mempercepat upaya eliminasi tuberkulosis sekaligus menekan angka penularan di masyarakat. (jel)










