Malang, http://gajayanatvnews.com – Memperingati Hari Tani Nasional, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Malang menggelar pameran foto jurnalistik bertajuk “Tanah, Pangan, dan Harapan”. Pameran yang menyedot perhatian publik ini resmi dibuka di kawasan Gedung Parkir Kayutangan, Kota Malang, pada Kamis (24/9/2026).
Selain menyajikan karya visual, rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan diskusi publik yang membahas perkembangan perekonomian Kota Malang serta masa depan sektor pangan. Diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Diah Ayu Kusumadewi selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kota Malang yang hadir mewakili Wali Kota Malang, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita, serta Wakil Rektor II Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) Irma Tyasari.
Salah satu isu krusial yang mencuat dan menjadi sorotan utama dalam pameran serta diskusi ini adalah tantangan regenerasi petani muda. Berdasarkan data tahun 2023 yang diangkat dalam pameran, jumlah petani milenial di Kota Malang tercatat hanya tersisa sekitar 53 orang.
Angka tersebut menjadi gambaran nyata mengenai ancaman serius yang dihadapi sektor pertanian urban, terutama terkait keberlanjutan profesi petani di tengah pesatnya alih fungsi lahan dan modernisasi kota.
Melalui 120 foto yang terbagi dalam 24 cerita visual, masyarakat diajak untuk melihat secara lebih dekat realitas kehidupan para petani, peternak, nelayan, hingga para pekerja yang terlibat langsung dalam rantai pasok pangan.

Ketua Pelaksana Pameran, Suharto, menjelaskan bahwa pameran ini dirancang sebagai wadah edukasi visual agar masyarakat luas dapat memahami kompleksitas persoalan pangan secara lebih intuitif dan empati.
Sementara itu, Ketua PFI Malang, Darmono, mengungkapkan bahwa karya-karya yang dipajang tidak hanya memotret dinamika sosial, tetapi juga mendokumentasikan dampak fenomena alam dan perubahan iklim terhadap Sektor pertanian di Jawa Timur.
“Sejumlah foto menggambarkan perubahan nyata yang terjadi di sektor pertanian akibat fenomena alam dan perubahan iklim. Menyempitnya lahan pertanian serta semakin sedikitnya generasi muda yang berminat memilih profesi sebagai petani menjadi persoalan utama yang kami angkat dalam pameran ini,” tegas Darmono, Ketua PFI Malang.
Respon positif juga datang dari para pemangku kebijakan daerah. Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mengaku mendapatkan perspektif mendalam usai mencermati cerita-cerita visual di arena pameran.
“Melalui pameran foto ini, kita tidak hanya melihat estetika visual, tetapi diajak merasakan langsung perjuangan di balik setiap jepretan. Setiap foto memiliki narasi kuat yang memberikan perspektif baru bagi kami di pemerintahan mengenai kondisi nyata pangan di lapangan,” ujar Amithya Ratnanggani Sirraduhita, Ketua DPRD Kota Malang.
Dukungan serupa disampaikan oleh Diah Ayu Kusumadewi yang mengapresiasi kolaborasi para jurnalis foto dalam mengawal isu-isu strategis daerah.
“Pemerintah Kota Malang sangat mendukung dan mengapresiasi pameran dari Pewarta Foto Indonesia ini. Karya-karya ini menghadirkan beragam sudut pandang yang objektif, sekaligus menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk menjaga ketahanan pangan serta memperhatikan keberlanjutan nasib para petani,” tutur Diah Ayu Kusumadewi, Asisten II Setda Kota Malang.
Melalui perpaduan pameran foto dan diskusi publik ini, rangkaian karya yang ditampilkan diharapkan mampu menjadi ruang refleksi bersama mengenai kondisi tanah dan pangan saat ini, sekaligus menyuarakan harapan masyarakat demi kehidupan sosial dan perekonomian yang lebih baik. (jel)






