Pemkot Malang Gelar Job Fair 2026, Targetkan 5.000 Pendaftar dan Serap 90 Persen Tenaga Kerja

DAERAH10 Views

Malang, http://gajayanatvnews.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali menggelar bursa kerja atau Job Fair 2026 yang berlangsung di GOR Ken Arok pada Rabu hingga Kamis, 16–17 September 2026. Hingga hari pertama pelaksanaan, tercatat sebanyak 3.480 pencari kerja telah mendaftar untuk memperebutkan 1.697 lowongan pekerjaan yang disediakan oleh 50 perusahaan dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Jumlah pendaftar diproyeksikan terus meningkat hingga menembus target sekitar 5.000 orang pada hari penutupan. Pelaksanaan Job Fair ini menjadi salah satu strategi andalan Pemkot Malang untuk menekan angka pengangguran. Secara historis, tingkat penyerapan tenaga kerja melalui ajang ini tergolong tinggi, yakni mencapai 80 hingga 90 persen setiap tahunnya.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan ini hadir sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjembatani para pencari kerja dengan pihak industri.

“Kegiatan Job Fair merupakan salah satu bentuk fasilitasi pemerintah untuk mempertemukan masyarakat dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja,” ujar Wahyu Hidayat.

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, berbincang dengan perwakilan stan perusahaan peserta Job Fair 2026 guna memastikan kesiapan dan ketersediaan lowongan kerja bagi para pencari kerja di GOR Ken Arok, Kota Malang. Foto: Gajayanatv/Angel

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mengapresiasi beragamnya lowongan kerja yang ditawarkan. Kendati demikian, ia menyoroti pentingnya kesiapan serta kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) agar mampu bersaing dan memenuhi standar industri.

“Ketersediaan lowongan kerja saat ini cukup beragam, namun hal tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan dan kompetensi SDM. Pemkot Malang perlu memperkuat pemetaan kebutuhan industri, membangun matchmaking dengan SMK dan kampus vokasi, serta memperluas penyaluran tenaga kerja ke daerah lain melalui kerja sama antardaerah,” tegas Amithya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Malang, Sugeng Prastowo, menjelaskan bahwa tren pencari kerja di Kota Malang terus bertambah setiap tahun. Keberadaan banyaknya perguruan tinggi di Kota Malang menjadi salah satu faktor yang menyumbang tingginya angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari lulusan baru. Meskipun demikian, angka TPT di Kota Malang tahun ini berhasil ditekan.

“Jumlah pencari kerja di Kota Malang mengalami peningkatan setiap tahunnya, di mana banyaknya perguruan tinggi turut mendorong TPT. Meski demikian, pada tahun ini TPT di Kota Malang mengalami penurunan, dari sebelumnya 6,10 persen menjadi 5,97 persen,” terang Sugeng.

Penurunan angka pengangguran di Kota Malang ini tidak hanya didorong oleh penyerapan kerja formal, tetapi juga didukung oleh pesatnya pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta geliat sektor ekonomi kreatif, termasuk maraknya profesi content creator di kalangan muda. (jel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *