Malang, http://gajayantvnews.com — Kota Malang dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi model pengembangan koperasi modern yang terintegrasi dengan ekonomi kreatif, UMKM, budaya, hingga industri olahraga.
Gagasan tersebut disampaikan Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, saat menghadiri Festival Mbois 11 pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Ferry mendorong transformasi pelaku ekonomi kreatif, UMKM, serta berbagai komunitas di Kota Malang ke dalam bentuk badan usaha koperasi. Menurutnya, koperasi modern tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga dapat menjadi wadah pengembangan berbagai sektor usaha.
Koperasi dinilai dapat menjadi basis usaha bagi kreator digital, pelaku ekonomi kreatif, UMKM, hingga komunitas dan klub olahraga. Model tersebut sekaligus dinilai mampu memperkuat ekosistem bisnis anak muda melalui kekuatan ekonomi secara kolektif serta memperluas akses terhadap permodalan.
Momentum Festival Mbois 11 juga dinilai memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan 100 tahun Stadion Gajayana. Kawasan yang menjadi salah satu ikon Kota Malang tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat kegiatan ekonomi, budaya, dan olahraga.
Sebagai bagian dari pengembangan koperasi modern, Ferry menggagas pembentukan Koperasi Corner di kawasan Stadion Gajayana. Fasilitas tersebut nantinya diharapkan menjadi ruang edukasi, konsultasi, dan pendampingan bagi generasi Z serta milenial yang tertarik mendirikan maupun mengembangkan koperasi.
“Kita ingin koperasi ini menjadi wadah bagi anak-anak muda, pelaku ekonomi kreatif, UMKM, komunitas, termasuk klub olahraga. Jadi koperasi tidak lagi dipersepsikan hanya sebagai tempat simpan pinjam, tetapi menjadi sebuah badan usaha yang bisa mengembangkan berbagai potensi ekonomi secara bersama-sama,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyambut baik gagasan tersebut. Wahyu menilai predikat Kota Malang sebagai kota kreatif menjadi modal penting dalam mendukung transformasi ekonomi kreatif menuju ekosistem koperasi.
“Kota Malang memiliki potensi ekonomi kreatif yang sangat kuat. Ini menjadi modal bagi kita untuk mengembangkan koperasi modern yang mampu mewadahi para pelaku UMKM, ekonomi kreatif, komunitas, dan generasi muda,” ungkapnya.
Potensi tersebut dinilai dapat semakin diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku ekonomi kreatif, UMKM, komunitas, dan generasi muda.
Dengan ekosistem ekonomi kreatif dan komunitas yang terus berkembang, Kota Malang diharapkan mampu menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengembangan koperasi modern yang adaptif, kolaboratif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda. (jel)







