MALANG, http://gajayanatvnews.com– Harga daging sapi di Pasar Besar Kota Malang mengalami kenaikan signifikan sejak pertengahan Juli 2026. Lonjakan harga dari Rp140.000 menjadi Rp160.000 per kilogram ini masih bertahan hingga memasuki bulan Agustus tanpa menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Rosiyanti (48), salah satu pedagang daging sapi di Pasar Besar Malang, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini terpicu oleh semakin terbatasnya stok sapi di tingkat peternak.
“Kenaikan harga ini disebabkan oleh semakin terbatasnya stok sapi dari para peternak. Menipisnya jumlah ternak sapi mengakibatkan pasokan berkurang, sehingga harga daging sapi terus meningkat,” ujar Rosiyanti saat ditemui Gajayana TV, Rabu (4/8/2026).
Kenaikan harga yang cukup tinggi ini berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Menurut Rosiyanti, jumlah pembeli mengalami penurunan cukup drastis karena sebagian pelanggan mulai beralih mencari alternatif bahan pangan lain yang harganya lebih terjangkau.

Meski mengalami penurunan volume pembelian, mayoritas pembeli yang bertahan saat ini merupakan para pelaku usaha kuliner.
“Sebagian besar pelanggan saya merupakan penjual bakso dan pemilik kafe yang masih tetap membeli daging sapi untuk kebutuhan usaha mereka. Namun, jumlah pembeliannya memang tidak sebanyak sebelumnya,” tambahnya.
Kondisi ini berimbas fatal pada pendapatan harian para pedagang daging. Rosiyanti membeberkan bahwa sebelum kenaikan harga terjadi, ia mampu mengantongi omzet hingga Rp3.000.000 per hari. Namun, sejak harga melonjak menjadi Rp160.000 per kilogram, pendapatannya merosot tajam menjadi sekitar Rp1.000.000 per hari.
Para pedagang berharap pasokan sapi dari peternak dapat kembali stabil sehingga harga daging di pasaran bisa melandai dan mengembalikan daya beli masyarakat. (jel)












