Menjelang HUT ke-81 RI, Pedagang Bendera Musiman Mulai Ramaikan Jalanan Kota Malang

DAERAH54 Views

Malang, http://gajayanatvnews.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, para pedagang bendera musiman mulai menjamur di sejumlah ruas jalan Kota Malang. Salah satunya adalah Anton, pedagang bendera Merah Putih dan umbul-umbul yang menggelar lapaknya di Jalan Raya Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru.

Anton bukanlah orang baru dalam bisnis musiman ini. Ia mengaku telah menekuni usaha jualan bendera menjelang Agustus selama 31 tahun. Untuk tahun ini, ia sudah mulai membuka lapaknya sejak 26 Juli. Walau kondisi pembeli saat ini belum terlalu ramai, permintaan dari warga yang bersiap menyambut momen kemerdekaan terus berdatangan setiap harinya.

Harga bendera dan aksesoris kemerdekaan yang ditawarkan Anton cukup bervariasi, mulai dari Rp15.000 hingga Rp100.000, tergantung pada ukuran serta jenis bahan. Namun, ia mengungkapkan terdapat sedikit penyesuaian harga di tahun ini akibat naiknya bahan baku.

“Tahun ini ada kenaikan harga sekitar Rp5.000 untuk per lembar bendera, karena memang dari supplier harga bahan kainnya juga naik. Tapi pilihan harganya tetap beragam, mulai dari Rp15 ribu sampai Rp100 ribu tergantung ukuran dan jenis umbul-umbulnya.”

Anton, pedagang bendera musiman yang telah berjualan selama 31 tahun di Malang, tersenyum optimis menantikan peningkatan penjualan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan. Foto: Gajayanatv/Angel

Meskipun ada sedikit kenaikan harga, Anton optimistis penjualan akan terus meningkat seiring makin dekatnya tanggal 17 Agustus. Dalam menjalankan usahanya, Anton bekerja sama dengan enam orang pekerja yang membantu memasarkan bendera di beberapa lokasi strategis lainnya di Kota Malang. Pada masa puncak atau kondisi ramai, omzet dari penjualan bendera ini bahkan bisa menembus puluhan juta rupiah.

“Kami menargetkan ada peningkatan penjualan dalam beberapa pekan ke depan. Kalau pas kondisi ramai, pendapatan dari penjualan bendera bersama enam orang pekerja yang menyebar di beberapa lokasi bisa mencapai sekitar Rp25 juta.”

Berdasarkan pengalamannya selama puluhan tahun, Anton menyebutkan bahwa puncak keramaian pembeli biasanya terjadi pada awal bulan, tepatnya tanggal 1 hingga 4 Agustus. Setelah melewati tanggal tersebut, pola pembelian warga cenderung kembali normal dan baru akan melonjak tipis kembali menjelang H-1 peringatan kemerdekaan pada 16 Agustus. (jel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *