Malang, http://gajayanatvnews.com – Pemerintah Kota Malang menggencarkan Gerakan Percepatan Tanam Padi guna menjaga produktivitas pertanian dan ketersediaan beras di tengah potensi musim kemarau panjang.
Salah satu lokasi pelaksanaan program ini berada di Kelurahan Mulyorejo pada Kamis, 23 April 2026. Di wilayah tersebut, total lahan pertanian mencapai sekitar 45 hektare. Namun, pada tahap awal, baru 10 hektare lahan yang mulai ditanami padi.
Program percepatan tanam dilakukan serentak di empat kecamatan di Kota Malang, yakni Kedungkandang, Sukun, Blimbing, dan Lowokwaru. Sementara Kecamatan Klojen tidak ikut serta karena sudah tidak memiliki lahan persawahan.
Pemerintah berharap langkah ini mampu menjaga stabilitas produksi padi sekaligus menjamin ketersediaan beras dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Pemkot Malang menargetkan masa panen berlangsung dalam waktu 112 hingga 115 hari atau kurang dari empat bulan. Dengan demikian, para petani ditargetkan dapat melakukan dua kali musim tanam dalam satu tahun.
Selain mengantisipasi dampak musim kemarau, program ini juga menjadi bagian dari kebijakan pengendalian lahan sawah agar tidak beralih fungsi. Pemerintah Kota Malang menegaskan bahwa berdasarkan peraturan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR), lahan sawah harus tetap dijaga dan tidak boleh diubah menjadi fungsi lain.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan terkait kepemilikan lahan, Pemerintah Kota Malang memiliki aset sawah seluas 18,5 hektar. “Untuk total keseluruhan lahan sawah di Kota Malang termasuk milik masyarakat diperkirakan mencapai sekitar 900 hektar,” lanjut Wahyu
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan pemerintah telah menyiapkan bantuan benih padi varietas Inpari 32 dan Inpari 45 sebanyak 10 ton pada tahun 2026 untuk para petani. “Bantuan tersebut diberikan agar petani tidak mengalami kendala dalam memperoleh benih saat musim tanam,” ujarnya.
Pemerintah berharap melalui langkah ini, ketahanan pangan daerah tetap terjaga dan masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang stabil dan terjangkau.(wg1)












