Hotspot Karhutla Bromo Mulai Terlokalisasi, Pemadaman Terus Dikebut

DAERAH7 Views

Malang, http://gajayanatvnews.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, terus dipercepat. Upaya pemadaman yang dilakukan tim gabungan mulai menunjukkan perkembangan positif setelah sejumlah titik panas berhasil dilokalisasi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, berdasarkan perkembangan terakhir, kondisi hotspot di kawasan Bromo relatif terkendali. Meski demikian, masih ditemukan titik panas di wilayah Gunung Bromo yang masuk Kabupaten Pasuruan.

“Hotspot-nya relatif sudah dilokalisasi,” kata Khofifah saat ditemui di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (13/8/2026).

Menurut Khofifah, pemerintah bersama tim gabungan menargetkan proses pemadaman dapat segera dituntaskan. Salah satu upaya utama yang terus dilakukan adalah operasi udara menggunakan helikopter water bombing bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

BNPB mengerahkan dua helikopter dengan kapasitas berbeda. Satu unit mampu membawa sekitar 1.000 liter air, sementara helikopter jenis Puma memiliki kapasitas hingga 4.000 liter dalam sekali operasi.

Selain armada dari BNPB, dukungan juga datang dari Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh. Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut menambah kekuatan dengan menyewa helikopter dari Jawa Tengah untuk membantu proses pemadaman.

“Bantuan helikopter dari BNPB ada dua unit, yang satu kapasitas 1.000 liter dan yang Puma 4.000 liter. Ada lagi bantuan dari Abdulrachman Saleh, pemerintah provinsi juga mendatangkan dari Jawa Tengah, kami sewa,” ujar Khofifah.

Penanganan di darat juga diperkuat dengan penggunaan drone water spray. Perangkat tersebut dimanfaatkan untuk membasahi area yang berpotensi kembali terbakar sekaligus mencegah munculnya titik api baru.

Namun, proses pemadaman di kawasan Bromo menghadapi tantangan kondisi cuaca dan medan. Angin kencang serta kabut menjadi faktor yang dapat menghambat penerbangan helikopter saat menjalankan misi water bombing.

Khofifah menjelaskan, kondisi tersebut sempat membuat dua helikopter harus berhenti beroperasi sementara dan berada di kawasan Ranu Pani. Setelah kondisi memungkinkan, operasi udara kembali dilanjutkan pada Rabu pagi.

Ia menyebut BNPB terus mendorong agar penanganan di Bromo dapat segera selesai. Hal itu dilakukan karena armada helikopter bantuan juga dibutuhkan untuk mendukung penanganan karhutla di wilayah lain.

Khofifah pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang masih berjibaku menangani kebakaran di kawasan Gunung Bromo. Ia berharap sinergi antara pemerintah, BNPB, petugas lapangan, dan unsur terkait dapat mempercepat proses pemadaman hingga seluruh titik api benar-benar aman. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *