Malang, http://gajayanatvnews.com– Kenaikan harga daging sapi yang terjadi sejak lebih dari tiga bulan terakhir masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Kondisi ini dirasakan para pedagang di Pasar Besar Malang yang harus bertahan di tengah menurunnya daya beli masyarakat dan berkurangnya volume penjualan.
Pedagang daging sapi, Merhatin, menyampaikan harga daging yang sebelumnya dijual sekitar Rp120 ribu per kilogram kini masih bertahan di kisaran Rp140 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut membuat sebagian konsumen mengurangi jumlah pembelian, sehingga transaksi penjualan ikut menurun.
Sebelum harga naik, dirinya mampu menjual puluhan kilogram daging setiap hari. Namun dalam beberapa bulan terakhir, penjualannya merosot hingga hanya sekitar delapan kilogram per hari. Menurutnya, kenaikan harga dipengaruhi oleh penyesuaian harga dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) serta berkurangnya pasokan sapi yang masuk ke pasar. Hingga kini, belum ada kepastian kapan harga akan kembali normal.
“Sudah lebih dari tiga bulan harganya masih tinggi. Pembeli jadi berkurang karena mereka menyesuaikan kebutuhan. Kami berharap pasokan sapi kembali normal supaya harga daging bisa turun dan penjualan kembali ramai,” ujar Merhatin.
Sebagian besar pelanggan Merhatin merupakan pelanggan tetap, terutama pelaku usaha kuliner seperti penjual bakso, sate, dan tahu campur yang membutuhkan pasokan daging setiap hari. Meski tetap membeli, banyak di antara mereka yang kini mengurangi jumlah pembelian agar biaya produksi tetap terkendali.
Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada pedagang daging, tetapi juga dirasakan para pelaku usaha kuliner yang bergantung pada harga bahan baku. Mereka berharap harga daging sapi segera kembali stabil sehingga aktivitas usaha dapat berjalan lebih baik tanpa harus membebani konsumen dengan kenaikan harga jual.(jel)









