Stok Darah Melimpah Hingga Tembus 4.000 Kantong, PMI Kota Malang Banyu Daerah Lain Hingga Ekspor Plasma ke Korea

DAERAH4 Views

Malang, http://gajayanatvnews.com — Tingginya kesadaran warga Kota Malang untuk rutin mendonorkan darah secara sukarela menjadi faktor kunci terjaganya ketersediaan stok darah di wilayah ini. Saat ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang mencatat ketersediaan stok darah mencapai lebih dari 4.000 kantong.

Kondisi surplus ini membuat PMI Kota Malang tidak hanya mampu mengamankan pasokan lokal, tetapi juga membantu pasokan darah ke berbagai daerah lain yang mengalami kelangkaan, seperti Banyuwangi, Ponorogo, Madiun, Sleman, hingga Makassar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua PMI Kota Malang, Imam Buchori, saat diwawancarai oleh Gajayana TV pada Selasa (20/10/2026).

Imam menjelaskan bahwa setiap harinya PMI Kota Malang harus memenuhi kebutuhan darah untuk 71 rumah sakit di wilayah Malang Raya, dengan kisaran 150 hingga 200 kantong darah per hari untuk berbagai jenis produk darah.

Tak hanya mencukupi kebutuhan Malang Raya dan daerah luar, PMI Kota Malang juga menorehkan kontribusi di tingkat internasional melalui pengiriman plasma darah untuk kebutuhan medis luar negeri.

“PMI Kota Malang telah terakreditasi oleh Kementerian Kesehatan dan lulus verifikasi ketat. Dalam kurun waktu lebih dari satu tahun terakhir, kami sudah 20 kali mengirimkan plasma darah ke Korea. Plasma ini nantinya diolah di sana menjadi produk albumin yang sangat dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan,” ujar Ketua PMI Kota Malang, Imam Buchori.

Petugas PMI Kota Malang melayani warga yang datang secara sukarela di ruang pendaftaran donor darah untuk menjaga ketersediaan stok darah yang kini mencapai lebih dari 4.000 kantong. Foto: Gajayanatv/Angel

Tingginya kebutuhan harian membuat ketersediaan pendonor darah sukarela menjadi pilar utama dalam menjaga pasokan darah tetap aman. Masyarakat yang memenuhi kriteria kesehatan, dengan rentang usia 17 hingga 60 tahun, diimbau untuk terus berpartisipasi aktif.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Malang, Luluk Retro Wulan, menegaskan bahwa keberadaan pendonor sukarela merupakan penopang utama sistem pelayanan darah di daerah.

“Pendonor sukarela masih menjadi penopang utama pelayanan kami. Berdasarkan pemetaan, golongan darah O dan B merupakan yang paling banyak ditemukan di Indonesia, sementara golongan darah AB relatif lebih sedikit,” tutur Luluk Retro Wulan.

Dalam kesempatan tersebut, Luluk juga mengedukasi masyarakat terkait penerapan Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) dalam setiap distribusi darah medis.

“Dalam pelayanan darah, PMI menerapkan biaya pengganti pengolahan darah sebesar Rp490.000 per kantong. Biaya ini digunakan untuk menutup operasional proses pengelolaan dan pengujian kualitas darah agar aman sebelum disalurkan kepada pasien yang membutuhkan,” tambah Kepala UDD PMI Kota Malang tersebut.

Pengelolaan stok darah di PMI memerlukan manajemen waktu yang ketat karena setiap komponen darah memiliki batas masa simpan yang berbeda. Sel Darah Merah Pekat (Packed Red Cells) memiliki masa simpan hingga 35 hari, sedangkan Trombosit (Thrombocyte Concentrate) memiliki masa simpan yang jauh lebih singkat, yaitu hanya sekitar 5 hari.

Oleh karena itu, keberlanjutan kegiatan donor darah secara berkala sangat krusial agar pasokan darah tidak pernah terputus.

Menariknya, donor darah kini telah menjelma menjadi bagian dari gaya hidup (lifestyle) masyarakat Kota Malang. Sekitar 70 persen pendonor secara mandiri dan sukarela mendatangi Markas/Kantor PMI, tanpa harus menunggu adanya kegiatan donor darah jemput bola (mobile unit) yang diselenggarakan secara khusus. (jel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *