Malang, http://gajayanatvnews.com – Pemerintah Kota Malang bersama Bank Indonesia terus mendorong percepatan digitalisasi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Kenduri Lawasan QRISMA Fest 2026 bertema “Memorabilia: Dari Tradisi ke Transaksi” yang digelar di Gedung Kesenian Gajayana pada Jumat (8/5/2026) dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-112 Kota Malang.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara perkembangan ekonomi digital dengan pelestarian budaya tradisional. Melalui festival tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa modernisasi dan kemajuan teknologi dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga warisan budaya daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kusuma Priyadi menyampaikan bahwa QRISMA Fest lahir dari keprihatinan terhadap semakin besarnya jarak antara perkembangan transaksi digital dengan ruang pelestarian budaya lokal di tengah masyarakat. “Kemajuan sistem pembayaran digital saat ini berkembang sangat pesat sehingga perlu diimbangi dengan penguatan nilai budaya dan tradisi lokal,” ucap Indra.
Ia juga menegaskan bahwa digitalisasi kini telah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari di tengah perkembangan zaman. Namun demikian, kemajuan teknologi tidak boleh membuat masyarakat melupakan nilai-nilai tradisi, budaya, dan warisan leluhur yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa modernisasi kota sering hanya diukur dari Pembangunan fisik dan teknologi, sementara aspek budaya perlahan tersisihkan. “Kota Malang sangat perlu menjaga keseimbangan antara perkembangan ekonomi digital dan warisan budaya daerah,” ungkapnya.
Melalui QRISMA Fest 2026, Pemerintah Kota Malang dan Bank Indonesia ingin menegaskan bahwa tranformasi digital tidak hanya berbicara soal kecepatan dan efisiensi transaksi. Lebih dari itu, digitalisasi juga harus menjadi sarana untuk menjaga dan menghidupkan kembali identitas budaya agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman. (jel)






