Malang, http://gajayanatvnews.com – Pemerintah Kota Malang masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang. Lahan seluas 5,4 hektare yang diajukan disebut telah final dan saat ini tinggal menunggu penetapan dari Kementerian Sosial sebelum masuk ke tahap pembangunan. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, saat ditemui Gajayana TV, pada Kamis (18/6/2026).
Saat ini pemerintah pusat masih berfokus menyelesaikan pembangunan tahap pertama di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Malang, Kota Pasuruan, Kota Blitar, dan Kabupaten Blitar. Progres pembangunan di wilayah tersebut disebut telah mencapai sekitar 40 hingga 60 persen.
Menurut Donny Sandito, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang, usulan pembangunan Sekolah Rakyat sempat mengalami penyesuaian lokasi dari wilayah Buring ke Arjowinangun. Perubahan tersebut membuat Kota Malang belum masuk dalam batch pertama pembangunan Sekolah Rakyat yang saat ini telah berjalan di 93 kabupaten/kota di Indonesia. Dikarenakan Kota Malang belum memiliki gedung Sekolah Rakyat permanen, maka peserta didik kemungkinan akan mengikuti pembelajaran sementara di Sekolah Rakyat yang telah beroperasi di daerah lain.
“Kami ingin memastikan anak-anak tetap mendapatkan kesempatan belajar meskipun sarana permanen di Kota Malang. Yang paling penting adalah akses pendidikan mereka tidak terhenti. Setelah pembangunan tahap pertama selesai sepenuhnya, Kota Malang dijadwalkan kembali mengikuti proses pengkajian untuk memastikan kesiapan lokasi di Arjowinangun.” ujar Donny.
Di tengah proses tersebut, Kota Malang telah diminta mempersiapkan rekrutmen calon siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) untuk tahun ajaran baru mendatang. Hingga saat ini, sekitar 130 calon siswa telah terdata melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Namun, jumlah tersebut masih harus diseleksi karena kuota yang tersedia hanya tiga rombongan belajar atau sebanyak 75 siswa. Seleksi akan dilakukan melalui tahapan administrasi sebelum peserta ditetapkan secara resmi.
Pemkot Malang menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di Arjowinangun dapat segera direalisasikan setelah keputusan pemerintah pusat diterbitkan. Harapannya, kawasan tersebut nantinya dapat menjadi pusat pendidikan terpadu bagi siswa jenjang SMP dan SMA. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi ruang yang membuka peluang lebih besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak dan membangun masa depan yang lebih baik. Dengan hadirnya sekolah ini, pendidikan diharapkan semakin dekat, inklusif, dan mampu menjangkau mereka yang selama ini memiliki keterbatasan akses.(jel)






