Malang, http://gajayanatvnews.com – Kebakaran melanda sebuah warung Madura di kawasan Jalan Tidar, tepatnya di Simpang Galunggung, Kota Malang, pada pagi hari Selasa, (22/9/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu korban lainnya mengalami luka bakar.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengatakan pihaknya menerima informasi awal mengenai kebakaran tersebut pada pukul 08.33 WIB.
“Setelah mendapat informasi, kami langsung menurunkan tiga unit water firetruck dan water supply. Sampai di lokasi, operasi dimulai pukul 08.45 WIB,” kata Pandu.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkar Kota Malang mengerahkan total lima unit kendaraan dengan 15 personel. Petugas juga mendapat dukungan dari unsur terkait. Proses pemadaman berlangsung sekitar 120 menit atau dua jam dan dinyatakan selesai pada pukul 10.45 WIB. Sebanyak 32 ribu liter air digunakan untuk memadamkan api.
Pandu mengatakan tidak terdapat kendala berarti selama proses pemadaman. Namun, kondisi api saat petugas tiba di lokasi sudah cukup besar dan membakar seluruh bangunan warung. Selain kobaran api, kepulan asap yang memenuhi bangunan juga menyulitkan petugas untuk bernapas. Karena itu, petugas harus menggunakan alat bantu pernapasan saat melakukan pemadaman dan evakuasi.
“Ketika tim tiba di lokasi, kondisi api sudah besar, seluruh bangunan sudah terbakar dan juga sudah full asap. Cukup membuat petugas kesulitan dalam bernapas sehingga petugas harus menggunakan alat bantu pernapasan,” ujarnya.

Dalam kejadian tersebut, petugas menemukan dua korban. Satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya mengalami luka bakar.
Korban meninggal dunia ditemukan di kamar mandi lantai dua warung Madura, tepatnya berada di dalam bak mandi.
Menurut Pandu, korban diduga merupakan penjaga toko yang bertugas pada sif malam. Berdasarkan informasi awal, terdapat dua penjaga yang bekerja dalam sif berbeda. Penjaga yang bertugas pada malam hari kemudian beristirahat di lantai atas setelah menyelesaikan pekerjaannya. Pandu menduga korban berusaha mencari perlindungan di sumber air ketika kebakaran terjadi, tetapi akhirnya terjebak di dalam kamar mandi.
“Karena informasinya ada dua penghuni, yang satu sif malam dan satunya lagi sif pagi. Yang sif malam sedang istirahat di atas. Kemungkinan korban meninggal dunia adalah penjaga toko sif malam,” jelasnya.
Sementara itu, korban lainnya mengalami luka bakar pada bagian wajah, tangan, dan kaki berdasarkan kondisi visual saat dievakuasi. Korban masih dalam keadaan sadar dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Pandu menegaskan, pihak Damkar tidak dapat menyimpulkan persentase luka bakar korban karena hal tersebut merupakan ranah medis.
Mengenai penyebab kebakaran, Pandu menyebut dugaan sementara didasarkan pada keterangan korban yang mengalami luka bakar. Menurut keterangan tersebut, api diduga bermula ketika aktivitas membuat mie dan kemudian menyambar bahan bakar yang berada di dalam tandon atau jeriken untuk dijual di toko.
“Berawal dari tandon bensin yang rencananya akan dijual di toko itu tersambar ketika aktivitas membuat mi,” katanya.
Namun, petugas tidak menemukan wadah jeriken tersebut di lokasi. Pandu mengatakan wadah tersebut kemungkinan telah terbakar hingga hangus. Korban luka yang masih sadar juga sempat memberikan keterangan kepada petugas mengenai dugaan awal mula kebakaran tersebut.
Kebakaran tidak hanya berdampak pada warung Madura. Api juga merambat ke bangunan di sisi kiri yang merupakan ruko kosong. Bangunan tersebut tidak dihuni dan tidak terdapat barang di dalamnya. Namun, bagian lantai dua bangunan itu habis terbakar.
Sementara di sisi kanan warung Madura terdapat bangunan RedDoorz yang turut terdampak panas dan asap. Kerusakan terlihat pada bagian depan bangunan, termasuk kaca yang pecah.
Meski demikian, seluruh penghuni RedDoorz berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Bangunan Toko Roti Unyil yang berada di sekitar lokasi juga terdampak kepulan asap dan panas akibat kebakaran.
Setelah api utama berhasil dipadamkan, petugas sempat kembali menemukan kobaran api di bagian tandon lantai tiga bangunan RedDoorz. Namun, api tersebut berukuran kecil dan berhasil segera dipadamkan oleh petugas.
Secara keseluruhan, operasi penanganan kebakaran berlangsung selama sekitar dua jam dengan mengerahkan lima unit kendaraan, 15 personel, serta penggunaan sekitar 32 ribu liter air. (jel)









