Malang, http://gajayanatvnews.com – Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang masa bakti 2026–2030 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung di NK Cafe Karangploso, Sabtu (4/7/2026). Pelantikan dihadiri Bupati Malang Sanusi, jajaran pengurus IPSI Jawa Timur, KONI Kabupaten Malang, unsur Forkopimda, serta perwakilan seluruh perguruan pencak silat se-Kabupaten Malang.
Mengusung tema “Kolaborasi Pendekar Hebat, Berbudi Pekerti Luhur, IPSI Kuat, Kabupaten Malang Makmur Berkelanjutan”, kepengurusan baru menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antarperguruan, meningkatkan pembinaan atlet, sekaligus menjaga nilai-nilai luhur pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
Dalam sambutannya, Bupati Malang Sanusi mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan periode 2026–2030 mampu membawa IPSI Kabupaten Malang semakin berprestasi sekaligus menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda.
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus IPSI Kabupaten Malang yang telah dilantik. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik untuk memajukan prestasi pencak silat sekaligus membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan menjunjung tinggi sportivitas. Pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter dan budaya bangsa,” ujar Sanusi.
Pelantikan ini menjadi awal dari tanggung jawab besar bagi kepengurusan baru dalam mengembangkan organisasi. Sejumlah program telah disiapkan, mulai dari peningkatan pembinaan atlet usia dini, mempererat persatuan antarperguruan, hingga mempersiapkan atlet terbaik menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur mendatang.
Semangat kolaborasi yang dibangun diharapkan mampu menjadi fondasi kuat bagi IPSI Kabupaten Malang untuk terus berkembang sebagai organisasi yang solid, profesional, dan adaptif terhadap tantangan dunia olahraga saat ini.
Dengan kepengurusan baru, IPSI Kabupaten Malang optimistis mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang tidak hanya mengharumkan nama daerah di tingkat regional dan nasional, tetapi juga ikut menjaga eksistensi pencak silat sebagai identitas budaya Indonesia yang diwariskan kepada generasi mendatang.(jel)











