Buku “Lintas Sejarah Etnis Tionghoa di Malang” Ungkap Jejak Panjang Komunitas Tionghoa dalam Sejarah Kota Malang

DAERAH13 Views

Malang, http://gajayanatvnews.com — Perjalanan masyarakat Tionghoa menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan Kota Malang. Jejak keberadaan dan kontribusi komunitas tersebut terangkum dalam buku berjudul Lintas Sejarah Etnis Tionghoa di Malang: Dari Singhasari Sampai Reformasi yang diluncurkan di Gramedia Malang Kayutangan, Senin (31/8/2026).

Buku karya Bambang dan Dika Sri Pandanari tersebut mengulas perjalanan masyarakat Tionghoa di Malang dalam rentang sejarah yang panjang, mulai dari masa Singhasari hingga era Reformasi.

Peluncuran buku turut dihadiri Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin. Kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi dan bedah buku yang menghadirkan sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang.

Dalam sambutannya, Ali Muthohirin mengapresiasi penerbitan buku yang dinilai dapat memperkaya literasi sejarah lokal sekaligus memberikan perspektif mengenai keberagaman masyarakat Kota Malang.

“Masyarakat Tionghoa telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial masyarakat Kota Malang. Karena itu, keberadaan komunitas Tionghoa tidak hanya penting dikaji dari perspektif sejarah, tetapi juga dalam melihat perkembangan identitas dan kebudayaan Kota Malang yang terbentuk dari keberagaman masyarakatnya,” ujar Ali.

Peluncuran buku diikuti masyarakat dari berbagai latar belakang yang antusias menyimak diskusi dan bedah buku mengenai perjalanan masyarakat Tionghoa dalam sejarah perkembangan Kota Malang. Foto: Gajayanatv/Angel

Menurutnya, penerbitan buku tentang sejarah masyarakat Tionghoa di Malang memiliki arti penting karena tidak hanya menjadi dokumentasi perjalanan sebuah komunitas, tetapi juga dapat menjadi referensi untuk memahami sejarah Kota Malang secara lebih utuh.

“Buku ini menjadi salah satu referensi untuk memahami sejarah Kota Malang secara lebih utuh melalui perspektif keberagaman masyarakat yang membentuknya,” katanya.

Ali menilai perjalanan masyarakat Tionghoa di Malang tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai sejarah sebuah kelompok. Lebih dari itu, perjalanan tersebut merupakan bagian dari dinamika sosial dan perkembangan Kota Malang dari masa ke masa.

“Melalui buku ini, perjalanan masyarakat Tionghoa tidak hanya ditempatkan sebagai bagian dari sejarah sebuah kelompok, tetapi juga sebagai bagian dari dinamika sosial dan perkembangan Kota Malang dari masa ke masa,” tutur Ali.

Penerbitan buku tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai keberadaan serta kontribusi masyarakat Tionghoa dalam perjalanan sejarah lokal. Kehadiran literatur semacam ini juga dinilai penting untuk memperkuat pemahaman bahwa identitas Kota Malang terbentuk dari keberagaman masyarakat dan budaya yang berkembang di dalamnya. (jel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *