BBPPMPV BOE Jadi Lokasi Peluncuran GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Wujudkan Sekolah Aman dan Bebas Kekerasan

DAERAH11 Views

Malang, http://gajayanatvnews.com – Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) menjadi lokasi peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (GERNAS RANA) yang dirangkaikan dengan Deklarasi Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah Tahun 2026, Senin (13/7/2026).

Kegiatan berskala nasional tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak.

GERNAS RANA diimplementasikan melalui sejumlah program strategis, di antaranya pelaksanaan MPLS Ramah, penguatan budaya satuan pendidikan yang aman dan nyaman, serta pembatasan penggunaan gawai secara bijak sebagai bagian dari perlindungan anak di era digital.

Berdasarkan data tahun 2025, tercatat 21.352 kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia. Sebagian besar kasus terjadi di lingkungan rumah tangga dan satuan pendidikan. Data tersebut menjadi pengingat bahwa rumah maupun sekolah harus menjadi ruang yang benar-benar aman bagi tumbuh kembang anak.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, menegaskan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) merupakan pengalaman pertama peserta didik di sekolah yang harus memberikan kesan positif dan rasa aman.

“MPLS merupakan pintu gerbang bagi peserta didik untuk memperoleh pengalaman pertama yang menyenangkan di sekolah. Karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar ramah anak dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan,” ujar Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi.

Peserta didik dari berbagai jenjang mengikuti peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (GERNAS RANA) serta Deklarasi MPLS Ramah 2026. Foto: Gajayanatv/Angel

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengingatkan bahwa kekerasan terhadap anak dapat meninggalkan dampak jangka panjang terhadap perkembangan psikologis maupun sosial.

“Pengalaman kekerasan dapat menghilangkan rasa percaya diri, membuat anak sulit memercayai orang lain, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga memicu gangguan kesehatan mental. Karena itu, kita harus memastikan sekolah menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi setiap anak,” kata Pratikno.

Peluncuran GERNAS RANA diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak atas lingkungan belajar yang aman, inklusif, nyaman, dan bebas dari kekerasan. (jel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *