Walikota Malang Himbau Tahun Baru Tanpa Kembang Api, Simbol Empati Untuk Sumatera

DAERAH, NASIONAL395 Views

Malang, http://gajayanatvnews.com – Menyambut Malam Tahun Baru 2026, Pemerintah Kota Malang bersama seluruh elemen masyarakat mengajak warga kota tercinta untuk merayakan pergantian tahun secara sederhana, penuh rasa empati, dan bermakna tanpa menyalakan kembang api, petasan, atau pesta meriah seperti tahun-tahun sebelumnya.

Perayaan tahun baru kali ini dimaknai tidak sekadar ritual atau pesta, melainkan sebagai moment refleksi, harapan, dan solidaritas bagi saudara-saudara kita yang tengah mengalami cobaan berat akibat bencana alam di beberapa wilayah Indonesia, termasuk di Pulau Sumatera.

Dikutip dari Metrotvnews.com, Wali Kota Malang  Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa Kota Malang tidak akan menggelar hiburan terbuka maupun pesta kembang api di ruang publik malam pergantian tahun. Menurutnya, ajakan ini bukan sekadar larangan, tetapi wujud kepedulian dan penghormatan kepada mereka yang sedang berduka serta upaya menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.

“Mari kita rayakan Tahun Baru 2026 dengan sederhana, penuh doa untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, tanpa perayaan berlebihan,  sambil introspeksi diri dan memperkuat solidaritas sosial,” ujar Wali Kota Malang.

Sebagai pengganti kembang api, Pemerintah Kota Malang bersama komunitas setempat telah menginisiasi doa bersama yang dilaksanakan serentak di beberapa titik kecamatan. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk saling mendoakan, berbagi harapan, serta merayakan malam pergantian tahun dengan suasana yang khidmat dan damai.

 Selain itu, imbauan kepada warga untuk tidak melakukan konvoi kendaraan atau aktivitas lain yang berpotensi mengganggu ketertiban umum juga digaungkan oleh pejabat kota. Langkah ini bertujuan menciptakan suasana malam tahun baru yang aman, nyaman, dan penuh empati bagi seluruh warga Malang.

Dalam suasana seperti ini, perayaan Tahun Baru bukan hanya soal kembang api atau suara gemuruh, tetapi tentang bagaimana kita sebagai komunitas berbagi perhatian dan doa bagi sesama. Malam pergantian tahun 2026 di Kota Malang diharapkan menjadi momentum kebersamaan yang menyatukan hati dalam empati dan harapan baru.(gis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *