Malang, http://gajayanatvnews.com – Pemerintah Kota Malang terus mempercepat proses relokasi pedagang Pasar Induk Gadang. Hingga saat ini, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang mencatat progres perpindahan pedagang telah mencapai 85 persen dan ditargetkan rampung pada Juni 2026. Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan penyelesaian sisa relokasi dilakukan sesuai arahan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Hal itu disampaikannya saat ditemui Gajayana TV pada Rabu, 27 Mei 2026.
Pembangunan lokasi relokasi pasar dilakukan secara bertahap dan dipercepat agar penataan kawasan Pasar Induk Gadang segera selesai. Menariknya, pembangunan tersebut tidak menggunakan dana APBD maupun APBN. Seluruh proses pembangunan dilakukan melalui swadaya atau urunan pedagang yang tidak aktif menempati kios dan los di pasar tersebut.
Menurut Eko Sri Yuliadi, penataan pasar membawa sejumlah dampak positif bagi kawasan Pasar Gadang. Selain akses jalan dan jembatan kembali berfungsi optimal, lingkungan pasar juga menjadi lebih bersih dan tertata. Penataan tersebut turut berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi dan parkir.
“Seluruh aset pasar tetap menjadi milik Pemerintah Kota Malang dan tidak dialihkan kepada pihak perorangan maupun pedagang,” ujar Eko Sri Yuliadi.
Dalam proses relokasi, Diskopindag memprioritaskan pedagang aktif untuk menempati lokasi baru tanpa dikenai biaya urunan pembangunan. Sementara itu, pedagang yang tidak aktif dilibatkan dalam skema urunan guna mendukung pembangunan pasar.
Ke depan, Pemerintah Kota Malang berencana melakukan penataan serupa di sejumlah pasar lain yang masih memiliki banyak kios dan los kosong atau tidak aktif.(jel)












