Malang, http://gajayanatvnews.com – Institut Asia Malang menorehkan prestasi membanggakan dengan memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui penyelenggaraan Parade Mie Nusantara. Kegiatan ini digelar dalam rangka Asia Festival 2026 di Begawan Plaza, Senin (26/01/2026).
Parade Mie Nusantara menjadi salah satu agenda utama Asia Festival 2026 yang sepenuhnya digagas dan dilaksanakan oleh mahasiswa semester tiga Institut Asia Malang. Festival ini tidak hanya menjadi ajang promosi kuliner nusantara, tetapi juga menjadi ruang ekspresi kreativitas dan inovasi mahasiswa dalam mengangkat kekayaan kuliner dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Institut Asia Malang berhasil menampilkan sebanyak 120 varian kreasi mie nusantara. Setiap kreasi merupakan hasil inovasi mahasiswa yang terinspirasi dari kekhasan daerah asal masing-masing. Jumlah ini sekaligus melampaui rekor sebelumnya yang tercatat di Kota Semarang pada tahun 2015 dengan 100 kreasi mie nusantara.
Proses verifikasi rekor dilakukan secara langsung oleh tim MURI dan disaksikan oleh Direktur Marketing MURI, Customer Relation Manager MURI, serta perwakilan Badan Pengurus Cabang Malang Raya Indonesian Chef Association (ICA BPC Malang Raya).
Koordinator Humas Asia Festival 2026, Fajar Agil Heryanto, menjelaskan bahwa proses pemecahan rekor telah dipersiapkan sejak jauh hari melalui pengajuan proposal resmi kepada pihak MURI.
“Penilaian tidak hanya dilihat dari jumlah kreasi mie, tetapi juga mencakup nilai sejarah kuliner setiap daerah, proses pengolahan dan pemasakan, hingga penggunaan bahan-bahan khas daerah,” ujar Fajar.
Ia menambahkan, setiap kreasi mie yang ditampilkan juga diuji keasliannya untuk memastikan inovasi yang dilakukan mahasiswa tetap menjaga identitas dan karakter kuliner tradisional daerah asal.
Melalui kegiatan ini, Institut Asia Malang tidak hanya menunjukkan kompetensi dan kreativitas mahasiswa, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri kuliner. Parade Mie Nusantara diharapkan dapat menjadi upaya nyata dalam melestarikan sekaligus mengembangkan kuliner nusantara agar tetap relevan dan dikenal oleh generasi muda.(wg1)










