Tidore, http://gajayanatvnews.com – Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, memiliki beragam potensi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakatnya. Mulai dari kekayaan rempah seperti pala dan cengkeh, aktivitas masyarakat pesisir, hingga kekayaan budaya dan lingkungan. Berbagai potensi tersebut menjadi modal penting yang dapat terus dikembangkan untuk memperkuat kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
Berangkat dari potensi tersebut, Program Relawan Bakti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hadir di Tidore dengan semangat mendorong masyarakat semakin berdaya melalui penguatan ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan kesehatan. Menjadi penanggung jawab pelaksanaan program di Tidore, PLN mengusung tema “Energi Berkelanjutan untuk Tidore Berdaya”.
Melalui kolaborasi insan BUMN dan masyarakat, program ini diarahkan untuk mendukung pengembangan potensi lokal sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. Sejumlah hasil nyata yang dihadirkan antara lain pemanfaatan 42 ton Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dari PLTU Tidore menjadi paving block, penanaman pohon kaliandra di lahan seluas 9.000 meter persegi di kawasan PLTU Tidore, penguatan sarana pendidikan, pembinaan usaha masyarakat, dukungan air bersih, pengelolaan sampah, hingga pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat.
Atas kontribusi tersebut, Sultan Tidore, H. Husain Alting Sjah, menyampaikan apresiasi kepada PLN, BUMN, dan para Relawan Bakti BUMN yang telah berkontribusi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di Tidore.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BUMN, khususnya PLN serta para Relawan Bakti BUMN yang telah memilih Tidore sebagai tempat untuk berkontribusi. Kehadiran para relawan membawa energi positif bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi, khususnya generasi muda, untuk semakin peduli terhadap lingkungan dan kehidupan sosial serta terus menumbuhkan semangat gotong royong di Tidore,” ujar Sultan Tidore.

Sementara itu, Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata, menegaskan bahwa kehadiran insan BUMN di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun kepedulian sekaligus memastikan keberadaan BUMN memberikan manfaat yang lebih luas.
“Melalui Relawan Bakti BUMN, para pegawai BUMN turun langsung, berinteraksi, mendengar, dan bekerja bersama masyarakat. Kami berharap pengalaman ini semakin menumbuhkan kepedulian dan semangat gotong royong di lingkungan BUMN. Karena peran BUMN tidak hanya tentang bagaimana perusahaan tumbuh dan berkinerja, tetapi juga bagaimana kehadirannya mampu memberi manfaat dan tumbuh bersama masyarakat,” ujar Tedi Bharata.
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Nurlely Aman, mengatakan pemberdayaan masyarakat menjadi upaya penting untuk memastikan kehadiran BUMN memberikan manfaat yang relevan dengan kebutuhan sekaligus potensi masyarakat setempat.
“Pemberdayaan bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi bagaimana masyarakat dapat memiliki kapasitas dan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki. Karena itu, program yang kami hadirkan mencakup penguatan ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan kesehatan. Melalui pendekatan tersebut, PLN ingin memastikan dukungan yang diberikan tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk terus berkembang secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Nurlely.
Di bidang pendidikan, dukungan diarahkan pada peningkatan kualitas lingkungan belajar melalui renovasi halaman sekolah dengan pemanfaatan FABA, bantuan peralatan sekolah, serta renovasi atap ruang belajar siswi pesantren. Kegiatan pembelajaran interaktif, sesi berbagi dan motivasi bagi siswa, santriwati, serta orang tua turut dilakukan untuk memperkuat kapasitas generasi muda. Nilai sejarah dan budaya Tidore juga diperkenalkan melalui peremajaan Monumen Pengibaran Bendera Pertama dan penyediaan infografis sejarah.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Dony Noor Gustiarsyah, menegaskan bahwa keberlanjutan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.
“Tidore memiliki potensi yang kuat, baik dari masyarakat, sumber daya lokal, maupun kekayaan budaya dan lingkungannya. Peran kami adalah membantu membuka ruang agar potensi tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Karena itu, kami ingin setiap program yang dijalankan tidak berhenti pada kegiatan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pemberdayaan yang terus tumbuh di masyarakat,” ujar Dony.
Melalui Relawan Bakti BUMN, kolaborasi antara insan BUMN dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada rangkaian kegiatan, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas dan kemandirian masyarakat. Di Tidore, semangat tersebut diwujudkan dengan mengembangkan potensi lokal sekaligus memperkuat aspek ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan kesehatan agar manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat. (*)






