Malang, http://gajayanatvnews.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar sosialisasi program Kampung Mbois (Mandiri, Bersih, Olah Sampah, Indah, dan Sehat) di Mini Block Office pada Rabu (21/10/2026).
Program ini digagas dengan tujuan utama mendorong kesadaran serta kemandirian masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Melalui program Kampung Mbois, masyarakat didorong untuk menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) serta mengolah sampah menjadi produk yang bernilai ekonomi. Langkah ini juga dibarengi dengan penguatan aktivasi bank sampah di mana jumlahnya di Kota Malang kini meningkat signifikan dari 200 menjadi 370 unit.
Sebanyak 57 kelurahan diundang untuk berpartisipasi dalam program ini, dengan sasaran prioritas wilayah yang belum pernah mengikuti program lingkungan sebelumnya seperti Kampung Bersinar, Kampung Berseri, maupun Kampung Proklim. Untuk memotivasi warga, DLH Kota Malang telah menyiapkan total hadiah sebesar Rp80 juta serta membuka peluang dukungan bantuan dari pihak pemerintah maupun swasta.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif warga dalam menjaga lingkungan ketimbang sekadar mengejar piala atau penghargaan.
“Kampung Mbois tidak boleh hanya berorientasi pada penghargaan, melainkan harus mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.

Sementara itu, Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menguraikan bahwa Kampung Mbois dirancang sebagai bentuk penguatan dan penyempurnaan dari program-program kelestarian yang sudah ada sebelumnya.
“Kampung Mbois merupakan pengembangan dari program Kampung Bersinar yang diharapkan dapat bersinergi dengan Kampung Berseri, Kampung Proklim, dan Bank Sampah,” kata Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang.
Guna menunjang kelancaran dan operasional program di tingkat tapak, dukungan anggaran RT/RW dapat dimanfaatkan berdasarkan kesepakatan bersama. Alokasi tersebut dapat dipergunakan untuk pengadaan fasilitas kebersihan—seperti tempat sampah dan gerobak sampah—hingga kegiatan edukasi serta peningkatan kapasitas warga.
Program Kampung Mbois diharapkan tidak hanya memperluas praktik pengelolaan lingkungan yang baik di Kota Malang, tetapi juga mendukung kesiapan daerah dalam menghadapi penilaian Adipura. Penilaian lomba Kampung Mbois sendiri dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang, dengan harapan budaya hidup bersih dan sehat tetap konsisten dijalankan masyarakat meskipun masa perlombaan telah usai. (jel)






