Malang, http://gajayanatvnews.com – Upaya memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda terus dilakukan oleh Komunitas Literasi Kritis. Salah satunya melalui kegiatan bertajuk “Literasi Nalar: Saat Buku Tak Hanya Dibaca, Tetapi Diajak Bicara” yang digelar di lantai dua Gramedia Kayutangan, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan ini dikemas dalam bentuk pembacaan buku dan diskusi terbuka yang menekankan dialog kritis antara pembaca, teks, dan penulis. Peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, pekerja muda, hingga kalangan akademisi.
Ketua Komunitas Literasi Kritis, Ralditya Fito, menjelaskan bahwa literasi tidak cukup dimaknai sebagai aktivitas membaca semata. Menurutnya, membaca perlu disertai kemampuan menalar, mempertanyakan, dan mengaitkan isi bacaan dengan konteks kehidupan sehari-hari.
“Literasi kritis adalah kemampuan untuk menalar informasi, baik yang berbentuk teks, audio, maupun visual. Dengan begitu, masyarakat tidak mudah terjebak hoaks atau menarik kesimpulan secara prematur,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan dialogis dalam membaca buku menempatkan pembaca sebagai subjek aktif, bukan sekadar penerima informasi. Melalui dialog, pembaca diajak memahami makna, sudut pandang, serta relevansi gagasan dalam teks.
Kegiatan literasi publik ini terselenggara berkat kolaborasi Komunitas Literasi Kritis bersama Kelas-Kelas Filsafat, Podcast Filsafat, serta Gramedia. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas ruang diskusi publik yang inklusif dan mendorong tumbuhnya budaya berpikir kritis di masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Komunitas Literasi Kritis berharap dapat membangun ekosistem literasi yang sehat, berkelanjutan, dan relevan bagi generasi muda, khususnya di Kota Malang.(wg1)










