REJOYOSO, MALANG, http://gajayanatvnews.com – Keterbatasan informasi spasial dan belum terdaftarnya lokasi usaha pada aplikasi peta navigasi digital kerap menjadi hambatan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pedesaan untuk menjangkau potensi pasar yang lebih luas. Menjawab tantangan tersebut, Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) Kelompok 15 menginisiasi program optimalisasi navigasi digital bagi para pelaku usaha di Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Selasa (14/7/2026).
Program pengabdian masyarakat yang dipelopori oleh mahasiswa Akuntansi UB, Bagas Aryadita, ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bayu Indra Pratama, S.I.Kom., M.A. Fokus utama dari intervensi digital ini adalah menyisir unit usaha warga, mendaftarkan koordinat lokasi secara presisi ke platform Google Maps, serta melengkapi seluruh profil informasi operasional usaha.
Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 15, Bayu Indra Pratama, S.I.Kom., M.A., menyampaikan bahwa keberadaan identitas digital yang valid sangat penting bagi keberlanjutan ekonomi desa. “Kami mendorong mahasiswa untuk menghadirkan program kerja yang adaptif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui pemetaan digital ini, keberadaan UMKM di Desa Rejoyoso tidak hanya tercatat secara formal, tetapi juga mudah dijangkau oleh masyarakat luas,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya di lapangan, pendataan dilakukan secara langsung melalui interaksi dan wawancara bersama para pemilik usaha. Informasi penting seperti ejaan nama toko, kategori produk, jam operasional harian, hingga nomor kontak pemilik disinkronkan ke dalam sistem navigasi digital. Langkah ini memangkas hambatan aksesibilitas bagi calon konsumen maupun penyedia jasa logistik dari luar daerah yang sebelumnya kesulitan menemukan lokasi fisik toko.

“Banyak usaha rumahan maupun toko kelontong di Rejoyoso yang memiliki produk potensial namun lokasinya belum terjangkau oleh aplikasi peta digital. Dengan mendaftarkan titik koordinat dan melengkapi profil bisnis mereka di Google Maps, kita membuka aksesibilitas digital bagi usaha warga agar lebih mudah ditemukan,” ujar Bagas Aryadita.

Inisiatif ini mendapat sambutan hangat dari para pelaku UMKM dan Pemerintah Desa Rejoyoso. Selain pendaftaran pada platform navigasi utama, seluruh data lokasi usaha yang berhasil dihimpun juga dirangkum ke dalam direktori peta interaktif desa. Sinergi antara mahasiswa, akademisi, dan masyarakat ini diharapkan mampu memicu percepatan digitalisasi ekonomi pedesaan serta mendukung kemandirian usaha lokal secara berkelanjutan. (*)












