Lebih dari 30 Pelaku UMKM Klamono Dilatih Mengenal Pembeli dan Menyiapkan Merek

DAERAH23 Views

Klamono, Kabupaten Sorong, http://gajayanatvnews.com – Lebih dari 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Distrik Klamono mengikuti pelatihan pemasaran dan workshop identitas merek yang digelar Tim 17 Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Brawijaya (UB) pada September 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Distrik Klamono memiliki beragam usaha masyarakat. Dari sisi pangan ada keripik pisang, keripik singkong, dan aneka makanan ringan. Dari sisi nonpangan ada mahkota khas Papua, kerajinan tenun, dan produk fashion. Meski begitu, para pelaku usaha masih menghadapi tantangan untuk menjangkau pembeli yang lebih luas, membangun identitas produk, dan melengkapi legalitas usaha. Tantangan inilah yang melatarbelakangi pelatihan dan pendampingan tersebut.

Ketua Tim 17 TEP UB, Sri Palupi Prabandari, SE., MM., PhD, mengatakan kegiatan ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha menjangkau lebih banyak pembeli. “Pelaku usaha di Klamono punya produk yang baik. Yang kami dampingi adalah cara mengenali pembeli, membaca pasar, dan menyiapkan identitas produk agar nilainya lebih terlihat,” ujarnya.

Dalam pelatihan bertajuk Mengenal Pembeli dan Memetakan Pasar, peserta dibekali kemampuan mengenali paling sedikit lima calon pembeli alternatif dan memetakan pasar yang dapat dijangkau produknya. Kepala Distrik Klamono, Oktofianus Kolin, S.Pd.K., M.M.,dan Sekretaris Distrik, Handry Amike, SE, hadir dan memberikan sambutan. Narasumber pelatihan adalah Artha Suprayogi Widyana, S.Hut dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sorong.

“Sebelum bicara harga dan volume, pelaku usaha perlu tahu lebih dulu siapa pembelinya dan di mana pasarnya. Dari situ mereka bisa menentukan kemana produknya dijual,” kata Artha.

Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya menggelar pelatihan pemasaran dan workshop identitas merek di Aula Kantor Distrik Klamono pada September 2026, serta mendampingi pengurusan izin usaha dan merek. Foto: Istimewa

Peserta juga mengikuti workshop pemilihan nama dan identitas merek. Setiap pelaku usaha diarahkan untuk memiliki nama identitas usahanya masing-masing, lalu tim memeriksa apakah nama-nama tersebut dapat didaftarkan sebagai merek. Hasilnya, beberapa nama yang bersifat umum direkomendasikan untuk diubah agar memenuhi syarat pendaftaran merek. Narasumber workshop adalah Hadi Saputro, S.Pd dari dinas yang sama.

“Nama dan identitas yang jelas membuat produk lebih mudah dikenali dan diingat pembeli. Karena itu nama usaha perlu dipikirkan sejak awal, termasuk apakah nama itu bisa diajukan sebagai merek,” ujar Hadi.

Selain pelatihan dan workshop, tim juga mendampingi pelaku usaha dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB). Sejumlah pelaku UMKM di Klamono telah mendapatkan pendampingan dalam proses pembuatan NIB. Namun, sebagian pengurusan masih berlangsung karena terdapat beberapa kelengkapan administrasi yang perlu dipenuhi. Pendampingan ini menjadi bekal agar produk usaha di Klamono dapat dipasarkan secara resmi.

Tim akan melanjutkan pendampingan di Distrik Klamono hingga akhir 2026. Agenda yang direncanakan mencakup pelatihan menawarkan produk dan negosiasi harga, pembentukan lembaga agregasi komoditas, finalisasi kemasan dan label, serta penjajakan kerja sama dengan pembeli dan mitra. Program ini mengusung tema Pemasaran dan Akses Pasar. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *