Kangen Kangenan Malang 2026: Reuni Musisi 90-an, Bangkitkan Nostalgia dan Komunitas Musik Lokal

DAERAH24 Views

Malang, http://gajayanatvnews.com — Event Kangen Kangenan Malang 2026 menjadi ajang reuni musisi lintas generasi yang sukses digelar di Café Gedong Ijen (Café Bungker), Selasa (25/3/2026). Acara ini menghadirkan kembali semangat komunitas musik era 90-an sekaligus mempererat silaturahmi para pelaku musik di Kota Malang.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 18.00 hingga 22.00 WIB ini dihadiri oleh musisi lama maupun generasi baru, termasuk mereka yang pulang kampung dalam momen Lebaran. Suasana penuh nostalgia terasa kuat melalui penampilan musik yang berlangsung spontan tanpa banyak persiapan.

Founder Kangean, Wahyu Hisda, mengungkapkan bahwa komunitas ini sudah ada sejak sekitar tahun 1992. Awalnya, Kangean terbentuk dari kebutuhan sederhana para remaja untuk latihan band.

“Dulu berangkat dari kebutuhan latihan musik. Alat-alat dikumpulkan bersama, bahkan mulai dari kamar. Lama-lama berkembang jadi studio dan komunitas,” jelas Wahyu.

Seiring perkembangan, Kangean tidak hanya menjadi studio musik, tetapi juga menyediakan fasilitas recording dan sekolah musik. Komunitas ini bahkan turut melahirkan sejumlah musisi yang kemudian berkarier di tingkat nasional.

Memasuki era 2000-an, aktivitas komunitas sempat mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya adalah perubahan pola produksi musik akibat perkembangan teknologi digital.

Rockmad Dyan, Ketua Malang Drummer Community (MDC), menilai bahwa perubahan ini membuat musisi kini lebih mandiri.

“Sekarang musisi bisa produksi sendiri di rumah tanpa harus ke studio. Tapi kebersamaan di komunitas tetap penting,” ujarnya.

Menurutnya, komunitas musik tetap memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem musik lokal dan menciptakan ruang kolaborasi.

Event Kangen Kangenan tidak diselenggarakan secara rutin, melainkan berdasarkan momentum tertentu. Hal ini justru menjadi daya tarik tersendiri karena menghadirkan nuansa spontan dan lebih personal.

Banyak musisi tampil tanpa latihan sebelumnya, namun tetap mampu menghadirkan suasana hangat dan penuh kebersamaan.

“Ini lebih ke ajang kumpul. Kalau ada momen dan teman-teman ingin bertemu, ya kita adakan,” tambah Wahyu.

Melalui event ini, para pelaku musik berharap komunitas tetap menjadi ruang penting untuk berkarya dan berjejaring, terutama di tengah dominasi era digital.

Kangen Kangenan Malang 2026 menjadi bukti bahwa musik tidak hanya tentang produksi karya, tetapi juga tentang menjaga hubungan, sejarah, dan identitas komunitas.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *