Flores, http://gajayanatvnews.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 04.58.23 WIB. Guncangan kuat menyebabkan sejumlah warga terluka dan bangunan mengalami kerusakan hingga roboh. Bagian bangunan Pelabuhan Maumere di Kabupaten Sikka juga dilaporkan ambruk akibat gempa.
Berdasarkan siaran pers yang dirilis oleh BMKG pada Sabtu (15/8/2026)menyatakan bahwa hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada kedalaman 15 kilometer. Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah Flores dan daerah lainnya di Nusa Tenggara Timur.
Kuatnya guncangan membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka, sementara sejumlah bangunan rumah dan tembok mengalami kerusakan hingga roboh. Dampak gempa juga terjadi di Kabupaten Sikka, Nagekeo,di kawasan Dermaga Maumere, bagian bangunan pelabuhan dilaporkan ambruk akibat kuatnya guncangan.
Kondisi tersebut membuat warga di sekitar lokasi panik. Mereka berusaha menyelamatkan diri dan menjauh dari bangunan yang berpotensi mengalami keruntuhan. Guncangan gempa juga dirasakan hingga Kabupaten Sumba Timur, termasuk wilayah Waingapu.

Berdasarkan wawancara tim gajayana tv melalui sambungan online pada Sabtu (15/8/2026), salah seorang warga, Jesevanya, mengatakan gempa terasa sangat kuat dan berlangsung cukup lama dan guncangan dirasakan sekitar tiga menit. “Di Waingapu ada juga yang rubuh tembok. Itu saja kita sudah pusing. Kita takut aja sunami karena kita di pinggir laut” ujarnya.
Warga langsung keluar rumah karena khawatir bangunan roboh. Sejumlah bangunan di wilayah tersebut juga dilaporkan mengalami kerusakan. Kuatnya guncangan bahkan membuat sejumlah warga mengaku merasa pusing. Mereka memilih bertahan di luar rumah dan menjauh dari bangunan yang mengalami kerusakan.
Hingga kini, pendataan terhadap korban dan kerusakan akibat gempa masih dilakukan oleh pihak terkait. Warga di wilayah terdampak diimbau tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta menghindari bangunan yang telah mengalami kerusakan. (*)






