Malang, http://gajayanatvnews.com – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Malang menggelar kegiatan Refleksi Diri untuk Indonesia Maju sekaligus pendampingan dan pemberian bantuan langsung kepada mahasiswa terdampak bencana di wilayah Sumatra. Kegiatan ini berlangsung di Aula Pertemuan Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, Kota Malang, dan dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai latar belakang suku dan daerah.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Jawa Timur, perwakilan FPK Kabupaten Pasuruan, Rektor Universitas Merdeka (UNMER) Malang Dr. Prihat Assih, SE., M.Si., Ak., CSRS, Pembina FPK Kota Malang Drs. Alie Mulyanto, MM selaku Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang, serta perwakilan Korem 083/Baladhika Jaya, Kodim Kota Malang, Bappeda Kota Malang, camat, dan mahasiswa lintas suku.
Ketua FPK Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman, SE., MM, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus wujud nyata kepedulian terhadap sesama, khususnya mahasiswa yang terdampak bencana alam di Sumatra.
“FPK hadir bukan hanya sebagai forum dialog kebangsaan, tetapi juga sebagai jembatan empati dan solidaritas. Keberagaman yang kita miliki harus menjadi kekuatan untuk saling menguatkan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, perwakilan Korem 083/Baladhika Jaya menekankan pentingnya menjaga persatuan dan ketahanan mental generasi muda di tengah tantangan sosial dan situasi kebencanaan.
“Mahasiswa adalah aset bangsa. Selain ketahanan fisik dan ideologi, ketahanan mental juga harus dijaga agar mereka tetap tangguh menghadapi situasi sulit,” disampaikan dalam sambutan tersebut.
Kegiatan ini menghadirkan Dewi Yuhana, S.Psi., sebagai pemateri utama yang membawakan topik “It’s Okay Not to Be Okay”. Materi ini menyoroti pentingnya kesadaran kesehatan mental, penerimaan diri, serta keberanian untuk meminta bantuan, khususnya bagi mahasiswa yang mengalami tekanan akibat bencana dan dinamika kehidupan sosial.
Sesi berlangsung interaktif dengan diskusi dan refleksi personal, di mana para mahasiswa diajak memahami bahwa kerentanan bukanlah kelemahan, melainkan bagian dari proses bertumbuh dan pemulihan.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, pada kesempatan ini FPK Kota Malang bersama Rektor UNMER Malang, Dr. Prihat Assih, SE., M.Si., Ak., CSRS, menyerahkan bantuan langsung kepada mahasiswa terdampak bencana Sumatra. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban sekaligus menjadi simbol kehadiran negara, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam situasi sulit.
Dr. Prihat Assih menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mendampingi mahasiswa tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam hal kemanusiaan, kebangsaan, dan kesehatan mental.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan komitmen memperkuat nilai pembauran, toleransi, serta solidaritas lintas suku dan daerah demi Indonesia yang lebih inklusif dan maju.(*)












