Malang – Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang Raya menggelar sarasehan memperingati Hari Lahir Pancasila di Union Kota Malang, Senin (1/6/2026). Mengusung tema “Pancasila: Nyawa Kebhinekaan di Era yang Berubah”, kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam menjaga kerukunan, persatuan, dan moderasi beragama di tengah berbagai perubahan sosial maupun perkembangan teknologi.
Sarasehan tersebut menghadirkan Wali Kota Malang periode 2018–2023, Sutiaji, dan Guru Besar Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Wahyudi Winarjo, sebagai narasumber. Keduanya menyampaikan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya menjaga kebhinekaan dan memperkuat kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Wali Kota Malang periode 2018–2023, Sutiaji, menyampaikan bahwa Pancasila akan tetap relevan sepanjang masa karena menjadi fondasi utama dalam menjaga moderasi, memperkuat persatuan, serta memelihara kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. “Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari agar semangat kebhinekaan tetap terjaga di tengah berbagai tantangan zaman,” ucap Sutiaji.
Guru besar Bidang Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang, Wahyudi Winarjo menjelaskan bahwa secara sosiologis, Pancasila merupakan nilai dasar yang harus terus diperjuangkan. “Hal ini bertujuan untuk mewujudkan kehidupan berbangsa yang rukun, menjunjung tinggi gotong royong, dan mengamalkan seluruh sila dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Sekretaris jenderal FKAUB Malang Raya, Pendeta David Tobing mengatakan bahwa kegiatan ini melibatkan pemuda, mahasiswa, dan tokoh agama. “Dengan keterlibatan pemuda, mahasiswa, dan tokoh agama diharapkan dapat membangun kesadaran bersama tentang pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila, terutama dalam menyikapi perbedaan dan menggunakan media sosial secara bijaksana,” ungkapnya.
FKAUB secara konsisten memperingati Hari Lahir Pancasila dengan berbagai konsep kegiatan agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dan diterapkan oleh masyarakat secara lebih luas. (jel)






