Bibit Siklon Melemah, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada Cuaca Ekstrem

DAERAH157 Views

Batu, http://gajayanatvnews.com – Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir mulai menunjukkan penurunan sejak Senin (9/3/2026). Kondisi ini seiring denga melemahnya bibit siklon tropis yang sebelumya terpantau di perairan selatan Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi. Hal ini berdasarkan dari hasil pemantauan terbaru dari BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur.

Bibit siklon tropis yang sebelumnya terdeteksi di wilayah Selatan Jawa Hingga Nusa Tenggara dilaporkan telah melemah. Berdasarkan hasil analisis terkini BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, tidak lagi terpantau adanya indikasi pembentukan siklon tropis di kawasan tersebut.

Saat ini, kondisi atmosfer di wilayah Selatan Jawa dan Samudera Hindia didominasi oleh area tekanan rendah atau low pressure. Sementara di bagian utara Australia masih terdapat sistem pergerakan angin yang memicu angin kencang di sejumlah wilayah, namun intensitasnya dilaporkan mulai menurun dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Sebelumnya, dampak dari bibit siklon tersebut dirasakan di berbagai daerah mulai dari Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara. Kondisi ini memicu terjadinya angin kencang yang disertai curah hujan di beberapa wilayah. Bahkan dampaknya juga terasa di Kota Batu dan Malang yang sempat dilanda angin kencang dalam beberapa hari terakhir.

Linda selaku Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur menyampaikan bahwa fenomena ini terjadi dalam skala atmosfer yang cukup luas, sehingga dampaknya tidak hanya terjadi di satu daerah saja, melainkan menyebar ke sejumlah wilayah di Indonesia. “Meski sempat muncul bibit siklon, sistem tersebut belum berkembang menjadi siklon tropis atau badai besar.” jelasnya.

Selama periode tersebut, potesi bencana Hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor masih berpeluang terjadi. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi Topografi serta tingkat kerentanan tanah di masing-masing wilayah.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara mendadak. Selain itu, masyarakat juga diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini cuaca dari pihak berwenang agar dapat melakukan langkah antisipasi terhadap potensi bencana lebih awal.(wg2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *