Malang, http://gajayanatvnews.com – Bulan Ramadan yang biasanya menjadi momen masyarakat membeli pakaian baru untuk menyambut Lebaran, kali ini belum memberikan dampak signifikan bagi sejumlah pedagang baju di Pasar Besar Malang. Pada awal Ramadan, sejumlah toko pakaian terlihat masih sepi dari pengunjung.
Berdasarkan pantauan Gajayana TV pada Jumat (6/3/2026), kondisi pasar tampak lengang meskipun Ramadan telah dimulai. Para pedagang menyebut minat masyarakat untuk membeli baju Lebaran secara langsung di pasar mengalami penurunan. Hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat yang kini banyak beralih ke belanja online karena dianggap lebih praktis serta menawarkan harga yang lebih terjangkau.
Salah satu jenis pakaian yang banyak dicari menjelang Lebaran adalah gamis. Namun, harga gamis pada tahun ini mengalami kenaikan. Sebelum memasuki bulan Ramadan, harga gamis di Pasar Besar Malang berkisar sekitar Rp275 ribu per potong. Memasuki Ramadan, harganya naik menjadi sekitar Rp290 ribu hingga Rp300 ribu.
Kenaikan harga tersebut dipicu oleh meningkatnya harga bahan kain serta biaya pengiriman yang juga ikut naik. Kondisi ini turut memengaruhi harga jual pakaian di pasaran. Meski pada awal Ramadan aktivitas pasar masih terlihat sepi, para pedagang memperkirakan jumlah pembeli akan mulai meningkat ketika masyarakat telah menerima Tunjangan Hari Raya (THR).
Fujirahayu selaku penjual baju mengaku bahwa perbedaan penjualan terasa cukup signifikan. “Jika pasar ramai saat Ramadan, penghasilan bisa mencapai Rp5.000.000 hingga Rp7.000.000. Jika pasar sepi seperti hari biasa, penghasilan yang didapat hanya sekitar Rp1.500.000 saja” ucapnya.
Memasuki pertengahan hingga akhir Ramadan, jumlah pembeli diperkirakan akan mulai meningkat. Kondisi tersebut biasanya dipengaruhi oleh mulai cairnya Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterima oleh para pekerja. Dengan adanya tambahan penghasilan tersebut, daya beli masyarakat cenderung meningkat, terutama untuk memenuhi berbagai kebutuhan menjelang Lebaran. Salah satu yang paling banyak dicari adalah pakaian baru untuk dikenakan saat merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga. Para pedagang pun berharap momentum tersebut dapat mendorong peningkatan penjualan dibandingkan kondisi di awal Ramadan yang masih relatif sepi.(wg1)










