Malang, http://gajayanatvnews.com – Komitmen dalam meningkatkan kapasitas perempuan pengusaha dan pelaku UMKM kembali diwujudkan oleh IWAPI DPC Kota Malang melalui kegiatan Demo Baking EDO Pastry yang digelar di Kafe Bunker Gedong Ijen Kota Malang, Minggu (31/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 13.00 WIB tersebut berhasil menarik 42 peserta aktif, melampaui target awal panitia sebanyak 30 peserta. Peserta berasal dari berbagai komunitas usaha, organisasi perempuan, pelaku UMKM, praktisi bisnis, akademisi, serta masyarakat yang memiliki minat terhadap pengembangan usaha kuliner.
Ketua DPC IWAPI Kota Malang, Arin Suprastiwi, SH, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya organisasi dalam mendorong peningkatan kompetensi, kreativitas, dan daya saing perempuan pengusaha melalui program yang bersifat praktis dan aplikatif.
Menurutnya, tantangan dunia usaha saat ini menuntut pelaku UMKM untuk tidak hanya mampu menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga memahami strategi pengelolaan usaha, efisiensi biaya, serta pentingnya membangun jejaring dan kolaborasi.
Kegiatan utama berupa Demo Baking Intensif selama tiga jam dipandu oleh Asep Irwansyah bersama tim EDO Pastry. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh pembelajaran langsung mengenai pembuatan 10 menu bakery dan pastry, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik produksi, pengemasan produk, hingga strategi pengembangan usaha yang berorientasi pada kebutuhan pasar.
Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), menu cost, serta strategi penentuan harga jual yang tepat. Materi tersebut menjadi bekal penting bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan profesionalisme dan keberlanjutan usaha.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi langsung dengan narasumber mengenai tantangan dan peluang usaha yang mereka hadapi.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem UMKM, kegiatan juga menghadirkan ruang promosi dan networking yang memungkinkan peserta memperluas jejaring usaha, membangun kolaborasi, serta berbagi pengalaman antar pelaku usaha dari berbagai sektor.
Menurut Eris Dianawati, selaku PIC kegiatan yang mendampingi proses sosialisasi hingga pelaksanaan acara, keberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap program peningkatan kapasitas UMKM masih sangat besar.
“Kami melihat semangat belajar yang luar biasa dari para peserta. Kehadiran 42 peserta dari berbagai komunitas dan latar belakang usaha menunjukkan bahwa pelaku UMKM membutuhkan ruang belajar yang aplikatif, relevan, dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan usaha mereka,” ujarnya.
Eris yang juga merupakan anggota IWAPI, akademisi, serta pemerhati UMKM menilai bahwa kolaborasi antara organisasi, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem UMKM yang berkelanjutan.
“Ketika organisasi, pelaku usaha, dan masyarakat dapat berjalan bersama, maka peluang UMKM untuk berkembang akan semakin besar. Kolaborasi seperti inilah yang perlu terus diperluas agar semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas,” tambahnya.
Dalam penutupan kegiatan, Ketua DPC IWAPI Kota Malang kembali menegaskan pentingnya membangun budaya belajar dan kolaborasi di kalangan pelaku usaha.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa perempuan pengusaha dan pelaku UMKM memiliki semangat besar untuk terus belajar, berinovasi, dan berkembang. Kolaborasi menjadi kunci dalam membangun UMKM yang tangguh dan berdaya saing,” ujar Arin Suprastiwi.
Melalui kegiatan ini, IWAPI Kota Malang berharap dapat terus menjadi wadah pemberdayaan perempuan pengusaha sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam mendorong pertumbuhan UMKM yang lebih mandiri, inovatif, dan berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan sesi networking, foto bersama, serta komitmen bersama untuk terus membangun kolaborasi yang berdampak bagi kemajuan UMKM di Kota Malang dan sekitarnya. (*)






